Lonjakan Kasus Influenza A di Indonesia dan Asia
Liputankilat.com — Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap lonjakan kasus Influenza A yang kini mulai terjadi di beberapa negara Asia, termasuk Indonesia. Peningkatan ini dilaporkan datang lebih awal dari musim flu biasanya dan menunjukkan perubahan pola epidemiologi di kawasan tropis.
Menurut laporan WHO terbaru, aktivitas influenza meningkat di kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, dan sebagian Afrika, dengan dominasi subtipe Influenza A (H3N2) dan A (H1N1)pdm09. Situasi ini mirip dengan tren global di mana lebih dari 88% kasus flu yang terdeteksi secara laboratorium adalah Influenza A, berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Kasus Mulai Naik di Indonesia
Kementerian Kesehatan RI menyebut adanya peningkatan penyakit mirip flu (influenza-like illness/ILI) di beberapa daerah, termasuk DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera.
Melalui keterangan resminya, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk kembali menggunakan masker di ruang publik padat, terutama bagi yang mengalami gejala seperti batuk, pilek, atau demam tinggi.
“Tren peningkatan influenza tahun ini menunjukkan adanya perubahan pola musim. Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, segera vaksinasi, dan tetap waspada,” ujar Juru Bicara Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, Senin (20/10).
Lonjakan Influenza A di Asia
Fenomena ini tak hanya terjadi di Indonesia. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura juga melaporkan lonjakan kasus flu lebih awal dari biasanya.
Menurut laporan Time Asia (Oktober 2025), perubahan iklim dan peningkatan mobilitas pascapandemi menjadi faktor utama mengapa musim flu kini muncul di luar periode tradisionalnya.
Ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa perubahan pola suhu dan kelembapan turut memengaruhi daya tahan virus influenza di udara. Hal ini menyebabkan virus lebih mudah menyebar di ruang tertutup ber-AC dan area padat penduduk.
Gejala Influenza A yang Perlu Diwaspadai
Gejala umum Influenza A meliputi:
- Demam tinggi mendadak (di atas 38°C)
- Batuk kering dan sakit tenggorokan
- Nyeri otot dan sendi
- Lemas atau kelelahan ekstrem
- Gangguan pernapasan pada kasus berat
Jika gejala berlangsung lebih dari 3 hari atau disertai sesak napas, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Langkah Pencegahan & Vaksinasi
Kemenkes menegaskan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk menurunkan risiko penularan dan keparahan penyakit.
Beberapa langkah pencegahan tambahan:
- Gunakan masker di tempat ramai.
- Cuci tangan secara rutin dengan sabun atau hand sanitizer.
- Hindari kontak dekat dengan orang yang sedang flu.
- Konsumsi makanan bergizi dan tidur cukup untuk memperkuat imun tubuh.
Analisis & Prediksi
Pakar kesehatan memperkirakan musim flu tahun 2025–2026 akan lebih panjang dan intens dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan tren global yang menunjukkan dominasi Influenza A, negara-negara tropis seperti Indonesia harus bersiap menghadapi peningkatan kasus di luar musim hujan, yang sebelumnya jarang terjadi.
Jika lonjakan ini tidak diantisipasi dengan baik, rumah sakit berpotensi mengalami peningkatan pasien dengan gejala pernapasan berat, mirip situasi pascapandemi COVID-19.
Kesimpulan
Lonjakan Influenza A di Asia dan Indonesia menunjukkan perubahan tren musim flu yang perlu diwaspadai. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk segera vaksinasi, menjaga kebersihan, serta mengenali gejala sejak dini. Dengan langkah pencegahan yang tepat, penyebaran virus dapat ditekan, dan masyarakat tetap sehat menghadapi perubahan musim.

