Hari Tani Nasional, Momentum Menghargai Peran Petani bagi Ketahanan Pangan
Liputankilat.com – Setiap tanggal 24 September, Indonesia memperingati Hari Tani Nasional. Peringatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk mengingat kembali betapa vitalnya peran petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Hari Tani Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 169 Tahun 1963 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Penetapan tanggal tersebut bertepatan dengan lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960 yang menjadi tonggak sejarah perjuangan reforma agraria di Indonesia.
Peran Penting Petani dalam Kehidupan Bangsa
Petani merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Dari sawah hingga ladang, mereka bekerja keras untuk memastikan masyarakat mendapatkan bahan pangan yang cukup.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian masih menyumbang lebih dari 12 persen Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dan menyerap jutaan tenaga kerja. Tidak hanya berperan dalam ekonomi, sektor pertanian juga menjadi penopang utama kedaulatan pangan Indonesia.
Tantangan yang Masih Dihadapi Petani
Meskipun peran petani sangat penting, mereka masih menghadapi berbagai tantangan:
- Harga hasil panen tidak stabil
- Keterbatasan akses pupuk dan bibit unggul
- Alih fungsi lahan pertanian ke sektor industri dan properti
- Dampak perubahan iklim yang memengaruhi pola tanam dan hasil produksi
Permasalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar kesejahteraan petani meningkat.
Harapan dan Langkah ke Depan
Momentum Hari Tani Nasional 2025 ini diharapkan menjadi refleksi bersama. Pemerintah didorong untuk memperkuat kebijakan reforma agraria, memperluas akses petani terhadap lahan, serta memastikan ketersediaan sarana produksi dengan harga terjangkau.
Selain itu, generasi muda juga diharapkan tertarik terjun ke sektor pertanian melalui inovasi teknologi, seperti smart farming, irigasi modern, dan digitalisasi distribusi hasil tani. Dengan begitu, pertanian Indonesia bisa lebih produktif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di era global.
Peringatan Hari Tani Nasional bukan hanya mengenang sejarah lahirnya UUPA 1960, tetapi juga momentum untuk memperkuat tekad dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan dukungan kebijakan yang berpihak, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi berbagai pihak, cita-cita mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia bisa semakin dekat.

