Harga Emas Antam Cetak Rekor Baru di Awal Oktober Tembus Rp2.237.000/Gram

Harga Emas Antam Cetak Rekor Baru di Awal Oktober Tembus Rp2.237.000/Gram

Harga Emas Antam Cetak Rekor Baru di Awal Oktober Tembus Rp2.237.000/Gram

Liputankilat.com – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengawali bulan Oktober dengan rekor fantastis. Harga emas batangan Antam hari ini, Rabu (1/10/2025), kembali melonjak dan berhasil menembus level tertinggi sepanjang masa, menempatkannya sebagai aset paling diburu di tengah ketidakpastian global.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Logam Mulia, harga emas batangan 1 gram dipatok pada Rp2.237.000. Angka ini naik tipis sebesar Rp3.000 dari posisi penutupan kemarin, Rp2.234.000, melanjutkan tren kenaikan yang signifikan. Kenaikan harga emas ini semakin menajamkan cuan bagi para investor yang telah menyimpan logam mulia sejak awal tahun.

Sementara itu, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga ikut terkerek naik sebesar Rp3.000, kini berada di level Rp2.084.000 per gram. Selisih yang relatif stabil antara harga jual dan harga buyback menunjukkan likuiditas pasar yang masih terjaga.

Data Lengkap Harga Emas Antam 1 Oktober 2025

Berikut adalah rincian harga dasar emas batangan bersertifikat Logam Mulia (belum termasuk PPh 0,25%):

Berat (Gram) Harga Dasar (Rp)
0,5 1.168.500
1 2.237.000
2 4.414.000
3 6.596.000
5 10.960.000
10 21.865.000
25 54.537.000
50 108.995.000
100 217.912.000

Analisis Ilmiah: Mengapa Emas Terus Melesat?

Kenaikan harga emas Antam tidak terlepas dari tingginya harga emas di pasar internasional yang juga mencetak rekor. Pada penutupan pasar komoditas global, harga emas dunia berada di level US$3.858,18 per troy ons, menjadi penutupan tertinggi sepanjang masa.

Analis pasar komoditas menilai bahwa lonjakan harga ini didorong oleh tiga faktor fundamental utama:

  1. Aksi Safe Haven Global: Adanya kekhawatiran geopolitik dan ancaman penutupan operasional pemerintahan Amerika Serikat (Government Shutdown) memicu investor untuk memindahkan modal mereka ke aset yang minim risiko seperti emas. Emas kembali mengukuhkan posisinya sebagai safe haven utama di saat ketidakpastian.
  2. Sinyal Pelonggaran The Fed: Data ekonomi AS yang mulai menunjukkan pelemahan, terutama di sektor pekerjaan, memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mulai memangkas suku bunga acuan pada akhir 2025. Penurunan suku bunga The Fed akan melemahkan Dolar AS. Secara historis, pelemahan Dolar AS adalah katalis utama kenaikan harga emas.
  3. Tekanan Nilai Tukar Rupiah: Secara domestik, pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS turut memengaruhi tingginya harga Antam. Emas diperdagangkan dalam mata uang Dolar AS, sehingga setiap pelemahan Rupiah akan membuat harga emas impor menjadi lebih mahal jika dikonversi ke mata uang lokal.

Prospek Investasi Emas Akhir Tahun 2025

Dengan momentum ini, para analis memprediksi bahwa bullish emas masih akan berlanjut. Beberapa institusi global bahkan merevisi target harga emas dunia, memproyeksikan harga emas dapat menembus US$4.000 per troy ons sebelum akhir tahun.

Di pasar domestik, jika tren ini berlanjut, harga emas Antam diproyeksikan berpotensi mencapai Rp2,7 juta per gram di penghujung tahun 2025. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan kebijakan moneter global, terutama dari The Fed, serta stabilitas nilai tukar Rupiah sebagai kunci pergerakan harga emas selanjutnya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *