Motor Brebet Usai Isi Pertalite Ahli Ungkap Penyebabnya
Liputankilat.com – Keluhan terkait motor yang brebet atau tersendat usai mengisi bahan bakar Pertalite kembali ramai diperbincangkan masyarakat, terutama di wilayah Jawa Timur. Sejumlah pengendara mengaku mesin motor mereka kehilangan tenaga, bahkan sulit distarter setelah pengisian BBM jenis RON 90 tersebut.
Keluhan tersebut muncul hampir bersamaan di beberapa daerah seperti Surabaya, Gresik, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro. Banyak warganet membagikan pengalaman serupa melalui media sosial hingga menjadi trending di sejumlah forum otomotif.
Pertamina Tanggapi Keluhan Konsumen
Menanggapi fenomena tersebut, Pertamina Patra Niaga selaku penyalur resmi BBM bersubsidi menyampaikan permohonan maaf dan memastikan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap keluhan masyarakat.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil sampel Pertalite dari sejumlah SPBU yang dilaporkan, dan hasil uji laboratorium sementara menunjukkan kualitas BBM masih sesuai spesifikasi nasional (on spec).
“Kami memastikan seluruh BBM yang disalurkan telah melalui standar operasional prosedur dari terminal hingga SPBU. Namun, kami tetap menelusuri setiap laporan masyarakat agar penyebabnya bisa ditemukan secara akurat,” ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (31/10).
Pertamina juga membuka posko aduan konsumen di berbagai wilayah Jawa Timur untuk menerima laporan serupa dan menindaklanjutinya bersama tim teknis di lapangan.
Ahli ITS: Bukan Hanya Masalah BBM
Menariknya, pakar otomotif dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr. Imam Santoso, menilai bahwa fenomena motor brebet tidak sepenuhnya disebabkan oleh kualitas Pertalite, melainkan kombinasi antara karakter mesin, rasio kompresi, dan kondisi sistem bahan bakar.
“Motor dengan rasio kompresi tinggi idealnya menggunakan BBM dengan RON di atas 90. Jika tetap diisi Pertalite, proses pembakarannya bisa kurang sempurna, menyebabkan gejala seperti brebet, knocking, atau kehilangan tenaga,” jelasnya.
Selain faktor oktan, Imam juga menyebut kemungkinan kontaminasi air di tangki BBM SPBU atau kondisi mesin yang kotor, seperti injektor tersumbat dan busi aus, turut memperburuk performa mesin.
Solusi Sementara untuk Pengendara
Berikut sejumlah langkah yang direkomendasikan para mekanik dan ahli untuk mencegah atau mengatasi motor brebet setelah mengisi Pertalite:
- 🔧 Periksa kondisi sistem bahan bakar, terutama filter dan injektor.
- 💧 Pastikan tangki tidak mengandung air atau endapan, terutama jika motor jarang digunakan.
- 🔥 Gunakan BBM beroktan lebih tinggi seperti Pertamax apabila mesin berkompresi tinggi.
- ⚙️ Bersihkan busi dan throttle body secara berkala untuk menjaga efisiensi pembakaran.
- 🧾 Simpan struk pembelian BBM, sebagai bukti laporan bila terjadi keluhan.
Langkah Pengawasan Pemerintah
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan verifikasi acak kualitas BBM di sejumlah SPBU di Jawa Timur.
“Kami ingin memastikan distribusi BBM subsidi tetap memenuhi standar nasional. Jika ditemukan penyimpangan di lapangan, sanksi akan diberikan sesuai ketentuan,” tegas Dirjen Migas Kementerian ESDM dalam keterangan tertulisnya.
Fenomena motor brebet usai isi Pertalite menjadi sorotan publik lantaran terjadi di banyak wilayah dalam waktu bersamaan. Meski hasil uji Pertamina menunjukkan bahan bakar masih sesuai spesifikasi, para ahli menilai faktor teknis kendaraan dan kebersihan sistem bahan bakar juga berperan besar.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, melakukan pemeriksaan berkala pada kendaraannya, serta memilih jenis BBM sesuai dengan kebutuhan mesin demi mencegah gangguan performa.

