Cuaca Panas Terik Melanda Indonesia, BMKG Imbau Warga Waspada

Cuaca Panas Terik Melanda Indonesia, BMKG Imbau Warga Waspada

Cuaca Panas Terik Melanda Indonesia, BMKG Imbau Warga Waspada

Liputankilat.com — Cuaca panas ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir. BMKG mencatat suhu udara maksimum mencapai 33–37,8 °C di beberapa daerah. Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Oktober seiring dengan peralihan musim.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG menyampaikan, kondisi panas yang dirasakan masyarakat bukanlah gelombang panas, melainkan dampak dari radiasi matahari langsung yang semakin intens akibat minimnya awan dan dominasi cuaca cerah.

“Fenomena panas terik ini umum terjadi pada masa peralihan musim. Awan berkurang, radiasi matahari tinggi, dan kelembapan yang masih relatif besar membuat udara terasa lebih gerah,” ujar perwakilan BMKG dalam siaran pers, Rabu (16/10).

Suhu Mencapai 37,8 °C di Sejumlah Wilayah

Berdasarkan pengamatan BMKG, suhu tertinggi dalam sepekan terakhir tercatat di wilayah Medan, dengan suhu maksimum mencapai 37,8 °C. Sementara itu, kota-kota besar lainnya seperti Palembang, Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta juga mengalami peningkatan suhu hingga di atas 34 °C pada siang hari.

Kondisi ini terjadi akibat pemanasan permukaan tanah dan berkurangnya pembentukan awan, sehingga panas matahari terserap langsung oleh permukaan bumi. Selain itu, kelembapan udara yang tinggi memperparah sensasi panas di tubuh manusia.

Bukan Gelombang Panas

BMKG menegaskan bahwa kondisi saat ini tidak memenuhi kriteria gelombang panas. Gelombang panas secara ilmiah didefinisikan sebagai peningkatan suhu ekstrem dalam periode yang panjang dan konsisten, melewati ambang batas suhu maksimum rata-rata di suatu wilayah.

“Meski terasa sangat panas, ini bukan heatwave. Ini adalah kondisi normal pada masa pancaroba, yang memang sering diiringi cuaca kering dan radiasi matahari tinggi,” tegas BMKG.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat suhu tinggi, seperti dehidrasi, heat exhaustion, dan gangguan aktivitas harian. Berikut imbauan resmi BMKG:

  • Kurangi aktivitas di luar ruangan pada pukul 11.00–15.00 WIB.
  • Gunakan pelindung seperti topi, payung, dan tabir surya saat beraktivitas di luar.
  • Perbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Gunakan pakaian longgar dan berwarna terang.
  • Segera cari tempat teduh jika mengalami pusing, lemas, atau gejala kelelahan panas.

Kondisi Diprediksi Bertahan hingga Akhir Oktober

BMKG memproyeksikan cuaca panas akan bertahan hingga akhir Oktober 2025, terutama di wilayah Sumatra bagian utara, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Memasuki November, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan akan mulai mengalami peningkatan curah hujan seiring datangnya musim hujan.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca resmi melalui laman www.bmkg.go.id atau aplikasi mobile BMKG untuk mendapatkan pembaruan data harian dan peringatan dini cuaca ekstrem.

Fenomena cuaca panas saat ini menjadi pengingat pentingnya adaptasi terhadap kondisi iklim tropis Indonesia. BMKG mengajak masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, dan mengikuti imbauan resmi agar dapat beraktivitas dengan aman di tengah cuaca ekstrem.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *