BMKG Peringatkan Cuaca Panas Ekstrem Suhu 37°C

BMKG Peringatkan Cuaca Panas Ekstrem Suhu 37°C

BMKG Peringatkan Cuaca Panas Ekstrem Suhu 37°C

Liputankilat.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan resmi terkait cuaca panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Dalam laporan cuaca terbaru, suhu maksimum harian di sejumlah daerah tercatat mencapai 35°C hingga 37°C, bahkan berpotensi lebih tinggi di wilayah tertentu.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyebut fenomena ini merupakan dampak dari posisi semu matahari yang kini berada di sekitar wilayah ekuator, sehingga intensitas radiasi matahari meningkat signifikan.

“Beberapa wilayah seperti Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian tengah, dan Sulawesi selatan mengalami pemanasan ekstrem akibat tutupan awan rendah dan kelembapan udara yang menurun,” ujar Dwikorita dalam siaran pers BMKG, Senin (20/10/2025).

Fakta Suhu Terkini Menurut BMKG

Data pengamatan BMKG per 19–20 Oktober 2025 mencatat:

  • Kapuas Hulu, Kalimantan Barat: 36,8°C
  • Majalengka, Jawa Barat: 37,6°C
  • Boven Digoel, Papua: 37,4°C
  • Kupang, Nusa Tenggara Timur: 36,5°C

Rata-rata suhu siang hari nasional berada di kisaran 32°C–35°C, dengan kelembapan udara relatif rendah sehingga membuat temperatur terasa lebih panas dari angka termometer.

Penyebab Cuaca Panas Ekstrem

Menurut BMKG, ada beberapa penyebab utama yang memicu lonjakan suhu ekstrem ini:

  1. Posisi semu matahari berada di atas wilayah Indonesia bagian tengah.
  2. Minimnya tutupan awan sehingga panas matahari langsung mengenai permukaan bumi.
  3. Dominasi massa udara kering di lapisan bawah atmosfer.
  4. Musim peralihan dari kemarau ke penghujan yang menimbulkan suhu lebih gerah dan terik.

BMKG juga menegaskan bahwa kondisi ini bukan gelombang panas (heatwave) seperti di Timur Tengah atau India, namun merupakan periode panas ekstrem harian yang masih dalam kategori tropis.

Wilayah yang Harus Waspada

Fenomena suhu tinggi ini terutama dirasakan di:

  • Pulau Jawa: Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur
  • Nusa Tenggara Barat & Timur (NTB/NTT)
  • Kalimantan Tengah dan Barat
  • Sulawesi Selatan & Tenggara
  • Papua bagian selatan

Wilayah dengan tutupan awan rendah dan minim curah hujan disebut paling berisiko mengalami peningkatan suhu hingga akhir Oktober 2025.

Dampak Panas Ekstrem terhadap Masyarakat

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak kesehatan dan lingkungan, di antaranya:

  • Dehidrasi dan kelelahan panas (heat exhaustion)
  • Risiko heatstroke bagi lansia dan anak-anak
  • Kebakaran lahan akibat kondisi kering dan berangin
  • Penurunan produktivitas pekerja luar ruangan

BMKG juga memperingatkan potensi perubahan cuaca mendadak di sore hingga malam hari, berupa hujan petir atau angin kencang lokal setelah panas terik siang hari.

Imbauan Resmi BMKG

Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan selama cuaca panas ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat agar:

  1. Banyak minum air putih dan hindari dehidrasi.
  2. Gunakan topi, payung, atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
  3. Batasi aktivitas berat antara pukul 10.00–16.00 WIB.
  4. Hindari pembakaran terbuka yang dapat memicu kebakaran lahan.
  5. Pantau informasi cuaca harian melalui aplikasi “Info BMKG” atau situs bmkg.go.id.

Prediksi Ke Depan

BMKG memperkirakan suhu udara tinggi masih akan bertahan hingga akhir Oktober 2025, sebelum memasuki masa peralihan menuju musim hujan.

“Kondisi ini bersifat sementara dan akan mulai menurun saat tutupan awan meningkat dan hujan mulai turun di beberapa wilayah,” jelas BMKG.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, dan tidak panik, karena fenomena panas ini merupakan bagian dari siklus iklim tahunan Indonesia.

Cuaca panas ekstrem yang tengah melanda Indonesia adalah fenomena alamiah akibat pergerakan posisi matahari, namun tetap perlu diwaspadai karena berisiko pada kesehatan dan lingkungan. BMKG menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat serta kesiapan menghadapi perubahan cuaca ekstrem di masa peralihan musim.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *