Saham DADA Melejit Ribuan Persen, BEI Cabut Pengawasan Khusus
Liputankilat.com — Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) kembali menjadi perbincangan hangat di pasar modal Indonesia. Setelah sempat disuspensi sehari oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten properti ini kini kembali diperdagangkan dan resmi keluar dari papan pemantauan khusus per Jumat (10/10).
Harga saham DADA terus melambung, bahkan mencatat kenaikan spektakuler hingga 2.448% dalam tiga bulan terakhir, menjadikannya salah satu saham dengan performa paling mencolok di Bursa tahun ini.
BEI Cabut Status Pengawasan Khusus
Mengutip pengumuman resmi BEI, saham DADA sebelumnya masuk dalam Papan Pemantauan Khusus (FCA) akibat lonjakan harga dan volume transaksi yang sangat tinggi. Namun, seiring evaluasi lanjutan dan stabilisasi transaksi, BEI mencabut status tersebut pada Jumat pagi (10/10).
Langkah ini diambil setelah DADA juga sempat mengalami suspensi perdagangan sementara pada Kamis (9/10) untuk memberikan cooling-down di tengah pergerakan harga ekstrem.
“Pencabutan status pengawasan dilakukan setelah mempertimbangkan hasil evaluasi pergerakan dan kepatuhan emiten terhadap ketentuan pasar,” tulis BEI dalam keterangannya, dikutip Jumat (10/10/2025).
Lonjakan Harga & Aktivitas Perdagangan
Berdasarkan data perdagangan pagi ini, volume transaksi saham DADA mencapai 2,95 miliar lembar dengan frekuensi lebih dari 126 ribu kali. Saham ini juga tercatat sebagai salah satu saham paling aktif di BEI sepanjang sesi I perdagangan.
Hingga pukul 09.40 WIB, harga saham DADA naik 2,25% ke Rp182 per lembar, setelah sebelumnya ditutup di level Rp178 pada Rabu (8/10). Dalam sebulan terakhir, pergerakannya terus menanjak dari kisaran Rp7 per lembar ke atas Rp170 — sebuah lonjakan yang nyaris tak masuk akal di mata sebagian analis.
“Reli saham DADA didorong oleh sentimen kuat dari pasar ritel dan rumor terkait aksi korporasi. Namun, investor perlu berhati-hati karena kenaikan cepat seperti ini sering diikuti koreksi tajam,” ujar Arif Gunawan, analis saham dari Mega Investama Sekuritas.
Faktor Pemicu Lonjakan
Beberapa faktor disebut berperan dalam lonjakan harga saham DADA:
- Spekulasi peningkatan free float — kabar bahwa pengendali akan melepas sebagian sahamnya untuk memperluas kepemilikan publik.
- Minat investor asing dan institusi — rumor tentang ketertarikan dana besar global pada saham sektor properti.
- Pencabutan status pengawasan BEI — dinilai memberi sinyal positif bagi pelaku pasar untuk kembali masuk.
Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari manajemen DADA terkait potensi aksi korporasi atau perubahan kepemilikan saham.
Fundamental Masih Tipis
Secara fundamental, kinerja keuangan DADA masih relatif kecil dibandingkan dengan lonjakan harga sahamnya.
Dalam laporan keuangan kuartal II 2025, DADA membukukan laba bersih Rp212 juta, naik tipis dari Rp202 juta pada kuartal I 2025.
Rasio keuangan juga menunjukkan tantangan, dengan current ratio (TTM) di kisaran 0,60, menandakan kemampuan aset lancar yang terbatas untuk menutupi kewajiban jangka pendek.
Dengan kondisi tersebut, analis menilai valuasi DADA sudah jauh di atas fundamental, sehingga rawan terkoreksi bila euforia pasar mulai menurun.
“Investor perlu memisahkan antara momentum spekulatif dan nilai intrinsik perusahaan. Fundamental DADA belum menunjukkan lonjakan sepadan dengan harga pasarnya,” ungkap Rina Suryani, analis dari Ciptadana Sekuritas.
Risiko Bagi Investor
Kenaikan ekstrem saham DADA disertai risiko besar:
- Volatilitas tinggi: pergerakan harga bisa berubah drastis dalam hitungan menit.
- Potensi koreksi tajam: jika terjadi aksi ambil untung besar-besaran.
- Kinerja keuangan terbatas: laba bersih dan likuiditas belum mendukung valuasi tinggi.
- Spekulasi pasar: rumor tanpa konfirmasi bisa memicu panic selling.
BEI pun mengimbau agar investor tetap berhati-hati dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Prospek ke Depan
Meski berisiko tinggi, saham DADA masih berpotensi menarik bagi trader jangka pendek yang memanfaatkan momentum volatilitas. Pencabutan status FCA memberi ruang bagi pergerakan harga lebih bebas, namun juga membuka potensi fluktuasi besar.
Jika rencana peningkatan free float benar direalisasikan, DADA bisa menjadi salah satu emiten properti dengan likuiditas lebih tinggi di papan pengembangan. Namun, transparansi dan kejelasan arah bisnis menjadi kunci agar kepercayaan investor tetap terjaga.
Data Singkat Saham DADA (per 10 Oktober 2025)
| Parameter | Data |
|---|---|
| Harga Terakhir | Rp182 |
| Perubahan Harian | +2,25% |
| Volume Transaksi | 2,95 miliar lembar |
| Frekuensi | 126.213 kali |
| Laba Bersih Kuartal II 2025 | Rp212 juta |
| Current Ratio | 0,60 |
| Kenaikan 3 Bulan | ±2.448% |
| Status BEI | Keluar dari FCA (Pengawasan Khusus) |
Fenomena saham DADA menjadi potret klasik dinamika pasar modal Indonesia — ketika sentimen dan spekulasi mampu mengalahkan fundamental dalam jangka pendek.
Lonjakan harga memang menarik perhatian, tetapi investor diimbau tetap rasional dan berhati-hati agar tidak terjebak dalam euforia pasar.

